Blog

ALSA CARE AND LEGAL COACHING CLINIC 2019

ALSA Care and Legal Coaching Clinic merupakan kegiatan tahunan yang diadkan oleh Asian Law Students’ Association Local  Chapter Universitas Udayana. Pada tahun ini kegiatan ALSA Care And Legal Coaching Clinic mengambil tema “Cegah Mortalitas Dini, Hindari Narkoba” dan “Jaminan Sosial Bagi Pecandu Narkotika yang Dalam Masa Rehabilitasi”

ALSA Care and Legal Coaching Clinic diilaksanakan pada dua hari yang berbeda yaitu hari Kamis, 24 Oktober 2019 dan Sabtu, 26 Oktber 2019. Sebelumnya terdapat alasan – alasan yang mendasari diangkatnya tema tersebut pada kegiatan ALSA Care and Legal Coaching Clinic tahun ini, yaitu dikarenakan berkaitan dengan tema yang diberikan oleh pihak ALSA Indonesia yaitu mengenai “Akses terhadap Kesehatan”. Pemilihan sub tema yang kami angkat memandang bahwa Narkotika merupakan salah satu ancaman kesehatan terbesar bagi masyarakat Indonesia. Apalagi kini, di era globalisasi yang mengandalkan kecanggihan teknologi mengakibatkan segala aspek kehidupan manusia menjadi lebih mudah dan terhubung antara satu dengan lainnya dengan tidak memandang batas wilayah maupun negara. Hal ini tentunya tidak menutup kemungkinan untuk melakukan hal – hal yang dilarang (khususnya mengenai penyelundupan narkotika) dilakukan.

Narkotika merupaka suatu zat atau obat yang dapat menghilangkan rasa nyeri, menyebabkan penurunan dan perubahan kesadaran dan menyebabkan ketergantungan pada pemakainya. Sesungguhnya narkotika sendiri bukanlah hal yang membahayakan dengan catatan apabila narkotika tersebut digunakan untuk pengobatan di dalam lingkungan kesehatan, namun apabila penggunaannya secara sembarangan, sifat ketergantungan dari narkotika ini yang akan menimbulkan efek yang sangat berbahaya bahkan dapat menyebabkan kematian. Proses penyelundupan narkotika telah banyak terjadi dan kerap tertangkap tangan oleh pihak berwenang, tetapi apakah dalam proses hukum tersebut jaminan perlindungan kesehatan terhadap para penggunanya sudah terpenuhi sesuai dengan apa yang telah diamanatkan di dalam Undang – Undang Dasar?

Maka dari hal itu, pihak ALSA LC Unud melakukan kajian empiris secara mengkhusus mengenai jaminan kesehatan bagi para pengguna narkotika yang berada dalam proses rehabilitasi. Dalam kegiatan ini pengkajian dilakukan dengan cara melakukan riset berupa kunjungan ke berbagai instansi yang berkaitan dengan tema seperti rumah sakit dan fasilitas kesehatan, di samping itu pula dilakukan dengan melakukan penyebaran kuisioner dan melangsungkan wawancara dengan pihak – pihak terkait. Kemudian hasil dari riset yang dilakukan akan disosialisasikan serta didiskusikan kembali dalam bentuk kegiatan seminar.

Selain itu, sosialisasi pun juga dilaksanakan dengan menggandeng BNN dalam kunjungan pada SMA Negeri 2 Denpasar dan SMA Saraswati 1 Denpasar. Siswa SMA merupakan salah satu target atau sasaran sosialisasi yang dipilih, hal ini dilandaskan oleh alasan bahwa pada masa dan usia remaja merupakan masa yang sangat rentan dipengaruhi oleh hal – hal buruk. Berdasarkan penelitian, usia remaja merupakan usia dimana sistem limbik lebih mendominasi perilaku remaja  dalam kemampuan perencanaan, pengendalian dorongan dan daya nalar yang lebih tinggi.  Bersamaan dengan perubahan hormonal, dominasi sistem limbik  membuat gejolak emosi lebih intens, misalnya kemarahan, ketakutan, agresi, kegembiraan dan daya tarik seksual. Dengan dominasi sistem limbik dari perkembangan otak mereka, remaja tidak pandai dalam mengukur Risiko dan sangat memperhatikan kata teman.  Maka dari itu perlunya penanaman bahaya narkotika sejak usia dini sehingga remaja sebagai generasi penerus bangsa dapat memilah – milah hal – hal yang baik dan tidak baik untuk dilakukan. Sehingga generasi muda menjadi lebih terarah dan terkendali.

Tentu saja rangkaian dan upaya yang dilakukan ini tidak terlepas dari tujuan yang hendak dicapai yaitu secara umum ingin meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba dan adanya tindakan pemerintah dalam hal merehabilitasi para pecandu narkotika. Harapan kami dengan dilaksanakannya kegiatan ini adalah masyarakat akan memahami secara pasti bahaya narkotika dan perluasan informasi yang diterima masyarakat lebih akurat. Selain itu, kami mengharapkan pula adanya gerakan atau tindakan yang dilakukan pemerintah baik berupa regulasi maupun hal lain yang dapat memberikan perlindungan kesehatan serta jaminan sosial bagi para pecandu narkotika dalam proses rehabilitasinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *