Blog

Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Udayana selenggarakan Seminar “Perlindungan Hukum terhadap orang indonesia dalam perkawinan campuran pasca putusan MK No 69/PUU-XIII/2015”

Program Studi Magister (S2) Kenotariatan Universitas Udayana menggelar Seminar Nasional bertema “Perlindungan hukum terhadap orang indonesia dalam perkawinan campuran pasca putusan MK no 69/PUU-XIII/2015”, Jumat (3/5/2019) di Aula Fakultas Hukum Universitas Udayana.

Narasumber dalam seminar mengundang 2 orang Guru Besar dan 1 orang praktisi antara lain, pertama dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada: Prof. Dr. Nurhasan Ismail, SH.,M.Si menyajikan tema berjudul “Kepemilikan Bersama Hak Atas Tanah oleh Suami Istri dalam Perkawinan Campuran”. Kedua dari Fakultas Hukum Universitas Udayana: Prof. Dr. I Wayan P. Windia, SH.,M.Si menyajikan tema Perkawinan Campuran bagi Etnis Bali: Perpektif Hukum Adat Bali, ketiga narasumber dari praktisi notaris Dr. I Made Pria Dharsana, SH.,M,Hum membawakan tema seminar berjudul “Dampak Perkawinan Campuran antara WNI dan WNA terhadap status hak milik atas tanah setelah berlakunya Keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 69/PUU/XII/2015”.

Seminar nasional ini dihadiri oleh peserta antara lain dari Fakultas Hukum Universitas Jember, Universitas Mataram, Fakultas Hukum Universitas Padjajaran, Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Fakultas Hukum Universitas Warmadewa dan Civitas Akademika Fakultas Hukum Universitas Udayana. Tidak luput kegiatan ini disambut dan dibuka oleh Dr. Gde Made Swardhana, SH.,MH selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan Fakultas Hukum Universitas Udayana bersama Prof. Dr. I Made Subawa, SH.,MS selaku Koordinator Program Studi Magister (S2) Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Udayana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *